Tips Cara Menggunakan GPS Ponsel Supaya Tidak di Tilang Polisi

Posted on

Jakarta, Iotomagz – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menjelaskan berkendara menggunakan peta elektronik dalam Global Positioning Sistem atau GPS hp dapat ditilang oleh polisi. “Jika lalu sekalian jalan lihat itu (GPS), yang berkaitan mengemudi tidak lumrah serta konsentrasi, itu yang dapat ditilang oleh polisi,” kata Budi waktu didapati di Surabaya, Selasa 5 Februari 2019.

Ia menuturkan dalam Ketentuan Menteri Nomer 22 Tahun 2009 mengenai Lantas Lintas Angkutan Jalan Masalah 186, pengemudi diharuskan untuk mengemudi dengan konsentrasi serta lumrah. “Berarti pengemudi tidak ada masalah, fisik, mata, pendengaran, jika gunakan GPS itu ada masalah,” tuturnya.

Budi menyatakan GPS tidak dilarang saat dikontrol oleh navigator, yaitu rekan berkendara, baik kendaraan roda dua ataupun roda empat. “GPS tidak dilarang, bisa dipakai oleh navigatornya, contoh rekan sampingnya, jika sepeda motor, rekan di belakangnya. Jika tidak ada rekan, ya berhenti. GPS dilarang jika memakai bukan rekan berkendara,” tuturnya.

Dia mengaku masih tetap susah untuk pengawasannya berkaitan pemakaian GPS dalam berkendara. Awal mulanya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membolehkan menggunakan skema peta elektronik dalam GPS seandainya kendaraan dalam keadaan berhenti. “GPS bisa tetapi waktu berhenti janganlah kembali jalan gunakan GPS,” tuturnya.

Menhub merekomendasikan beberapa pengendara untuk berhenti sesaat memerhatikan peta elektronik itu baru meneruskan perjalanan, baik yang berkendara dengan roda empat ataupun roda dua. “GPS bukan larangan. Larangan waktu ia mengendarai. Jika ingin lihat GPS, dapat berenti satu menit dapat lah, jadi tak perlu dikontroversikan,” tuturnya. Dia menyarankan, terpenting beberapa pengemudi taksi serta ojek daring tidak untuk konsentrasi pada GPS serta memprioritaskan segi keselamatan.

Share article