Setelah Gagal dengan Renault, Kini Fiat sedang Membuka Pembicaraan dengan Peugeot

Diposting pada

Jakarta, iotomagz – Setelah gagal melakukan penggabungan usaha dengan Renault, Fiat Chrysler kini berpaling ke pabrikan mobil Prancis lainnya, PSA.

Pada Juni lalu, Fiat mematikan rencana merger dengan Renault gagal setelah proses negosiasi berakhir tak sesuai harapan. Kini, Fiat menyatakan tengah membuka pembicaraan dengan PSA, pemilik merek Peugeot untuk membentuk aliansi.

Aliansi tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi investasi besar-besaran yang diperlukan untuk mengembangkan elektrifikasi kendaraan, menekan emisi, dan mengembangkan teknologi kendaraan otonom.

Strategi itu tidak serta merta membuat perjalanan perusahaan tak menemui hambatan. Pasalnya, secara global industri otomotif dihadapkan pada proyeksi penurunan pasar yang terjadi berbarengan era pergeseran teknologi.

Dikutip dari Reuters, Rabu, 30 Oktober 2019, Senior Equity Analyst Morningstar Richard Hilgert menilai rencana kerja sama keduanya sangat wajar untuk dilakukan di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Selain itu, industri otomotif membutuhkan intensitas kapital yang tinggi di tengah era disrupsi mobil listrik dan teknologi kendaraan otonom.

Dia menjelaskan pada tahun lalu total volume penjualan Fiat dan Peogeot, termasuk beberapa perusahaan patungannya di Cina mencapai 8,7 juta unit. Berada di posisi keempat secara global, di belakang Volkswagen, Toyota, dan alinasi Renault-Nissan yang seluruhnya melampaui 10 juta unit.

BACA JUGA :  Suzuki Ertiga Terbaru Akan Muncul Di India

Tantangan juga datang dari sisi internal dan pemilik masing-masing. Fiat masih akan berurusan dengan Pemerintah Prancis jika ingin melancarkan merger ini. Padahal, Pemerintah Prancis jugalah yang membuat Fiat mundur dari rencana merger dengan Renault.

Pemerintah Prancis memiliki 12 persen saham di PSA melalui BPI France yang merupakan bank pemerintah. Keluarga Peugeot dan Pemerintah Cina juga memiliki saham di perusahaan tersebut dengan skema serupa.

Kepemilikan Cina juga dapat menjadi pengganjal tercapainya kesepakatan antara Fiat dan PSA, mengingat perseteruan dagang antara Cina dan Amerika Serikat. Chrysler yang merupakan bagian dari Fiat adalah perusahaan yang berbasis di Michigan, Amerika Serikat.

Melihat kondisi tersebut, Analis Bernstein, Max Warburton menilai kombinasi Fiat dan Peogeot tidak tidak menawarkan potensi sinergi yang bagus di Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Cina.

Namun dia menilai kerja sama ini lebih mungkin dilakukan dibandingkan dengan Renault sebelumnya, “Saya pikir fokusnya nanti adalah di Eropa,” ujarnya.