oleh

Penjualan Daihatsu Xenia mengalami penurunan sebab Pabrik Over Kapasitas

Jakarta, iotomagz – Beberapa tahun terakhir ini, Daihatsu Xenia mengalami penurunan Penjualan. Kapasitas produksi pabrik disebut-sebut sebagai salah satu faktor penyebab.

Amelia Tjandra, selaku Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor menjelaskan, bahwa pabrik Daihatsu mengalami over kapasitas sejak tahun lalu. Pada satu sisi, permintaan ekspor, terutama dari Toyota yang melakukan ekspor Daihatsu Terios dengan nama Toyota Rush terus meningkat.

“Akhirnya kita prioritaskan memenuhi dulu permintaan ekspor terutama karena kita mengeluarkan Terios-Rush, yang diekspor dalam bentuk Rush,” ujar Amelia, Kamis 9 Januari 2020.

Terkait dengan itu, ADM kemudian mengganti konsentrasi penjualan menjadi Daihatsu Sigra. Itu dilakukan untuk tetap menjaga market share otomotif di Indonesia.

BACA JUGA :  Promo DP 0 % DFSK di IIMS 2019

“Jadi kita ganti, ADM konsentrasi ke Sigra. Bisa dilihat, Sigra ini penjualannya naik meskipun saat tren LCGC turun,”ujarnya.

Alasan utama memilih Sigra sebagai penerus kesuksesan Xenia, tak lepas dari tersedianya pabrik untuk mobil LCGC tujuh kursi tersebut.

“Sigra ini salah satu produk kita yang bisa dibikin di pabrik Karawang. Di sana kapasitas masih cukup, jadi sigra yang kita jadikan,”ujarnya

Amel sapaan akrabnya menambahkan bahwa sekalipun Daihatsu Xenia mengalami penurunan. Namun Toyota Avanza sebagai produk kolaborasi Daihatsu-Toyota terus menjaga performa positif di segmen mobil Low MPV.

“Karena Xenia juga tidak memiliki kapasitas pabrik dan kompetisisi di segmen itu juga cukup ketat,”ujarnya.

BACA JUGA :  Daihatsu Mencatat Rekor Penjualan Terlaris di Tahun 2018, Sigra Paling Laris

“Kita masih mempercayai Toyota Avanza bisa mempertahankan posisi nomor satu jika produksi cukup. Oleh karena itu prioritas harus diberikan kepada Avanza guna mempertahankan penjualan.” Kata Amel.

News