oleh

Mobil Nasional Vietnam, Vinfast Ekspansi ke AS setelah ke Eropa

Jakarta, iotomagz – Vietnam bukanlah negara manufaktur mobil namun bekas negara komunis ini kini menjadi salah satu produsen mobil yang mulai disegani.

Lewat tangan seorang miliader Phan Nhat Vuong, hadirlah mobil nasional Vietnam yaitu VinFast. Pada awal kemunculannya, bukan mobil murah seperti city car atau pikap, tapi yang dibuat tapi mobil sedan dan SUV mewah.

“Tujuan utama kami adalah untuk menciptakan brand internasional,” kata Vuong baru-baru ini di kantor induk Vingroup JSC di Hanoi. “Ini akan menjadi jalan yang sangat sulit dan kami harus melakukan banyak upaya. Tapi hanya ada satu jalan di depan. “

Vuong memiliki ambisi tidak sekadar menjadi produsen mobil, tapi menggarap pasar kelas atas di Eropa dan Amerika. Saat ini, VinFast juga telah menambah satu model baru yaitu di segmen city car untuk melebarkan pasar. Dengan konglomerasi dari perusahaan induk Vin Group, kekuatan modal bukan hambatan VinFast mengembangkan bisnisnya.

BACA JUGA :  Baru Diluncurkan, BMW M4 Competition Langsung Ludes

Pengusaha yang memiliki usaha di berbagai sektor ini memiliki kekayaan lebih dari US$ 9 miliar, akan menghabiskan uangnya sebanyak US$ 2 miliar untuk membuat VinFast sukses di Amerika Serikat.

Vuong menargetkan peluncuran A.S. meskipun belum memiliki perusahaan yang kokoh, mengingat bahwa VinFast tidak diharapkan menguntungkan selama lima tahun. Terlebih lagi, perusahaan menjual tiga model pertamanya dengan harga dibawah nilai keekonomian, menurut Vuong, Vingroup harus menghabiskan setara dengan $ 777 juta per tahun selama beberapa tahun ke depan untuk menutupi kerugian bagi VinFast.

Ia percaya bahwa untuk membuat perusahaan sukses, itu harus tumbuh di luar Vietnam karena pasar lokal terlalu kecil. Dengan demikian, masuk ke pasar Amerika akan diikuti oleh ekspansi ke Eropa dan Rusia.

BACA JUGA :  BMW Resmi Meluncurkan Mobil Sport Seri 8

“Kami memiliki keinginan untuk membangun merek Vietnam yang memiliki reputasi kelas dunia,” kata Vuong.

“Tantangan terbesar kami adalah produk-produk Vietnam dikenal di internasional. Banyak negara menilai Vietnam masih miskin, negara terbelakang. Kami harus menemukan cara untuk memasarkan dan membuktikan produk kami mewakili Vietnam yang dinamis dan berkembang yang telah mencapai standar tertinggi dunia. “