by

Mengenal Perbedaan Motocross, Enduro dan Dual Purpose Dalam Dunia Motor Trail

iotoMagz.com Hobi merupakan suatu hal yang sangat diperlukan oleh semua orang di dunia ini, selain untuk mengurangi beban pikiran karena tekanan pikiran, hobi juga bisa membantu kita untuk menyenangkan diri kita sendiri agar tidak terbelenggu dalam pikiran yang stress.  Motor trail merupakan salah satu hobi yang diminati para off roader mancanegara. Motor ini berhabitat dan digunakan untuk keperluan off road, seperti didalam hutan atau lingkungan yang memiliki kontur tanah, lumpur dan bebatuan. Di Indonesia kita lebih sering mengenalnya dengan julukan “Trabas”, dimana sekumpulan off roader memasuki hutan dan membelah hutan dengan raungan mesin motor trail mereka. Namun, ternyata terdapat perbedaan dan peruntukan yang berbeda – beda dalam dunia motor trail, atau lebih spesifiknya lagi di dalam dunia motor trail terdapat beberapa klasifikasi. Pada pembahasan kali ini, terdapat 3 klasifikasi yang akan dibahas, yaitu motocross, enduro dan dual purpose.

Motocross

Klasifikasi yang pertama ini, merupakan motocross. Motocross merupakan salah satu motor trail yang digunakan khusus untuk keperluan kompetisi / balap, yang berarti bahwa motor ini dikhususkan untuk dipakai high speed atau kecepatan tinggi dengan track yang dibuat khusus. Kalian bisa menemukan motocross ini dalam ajang MXGP atau Grasstrack. Motor ini juga memiliki spesifikasi yang berbeda dengan motor endure ataupun dual purpose, dimana motor ini lebih mengutamakan putaran tenaga motor di atas (akselerasi) dan mengurangi putaran tenaga motor dibawah (torsi). Hal ini dilakukan karena motor ini harus melibas jump, table top, handy cap, dll. Dengan akselerasi yang cukup, maka motor ini bisa untuk melakukan jump pada setiap obstacle yang ada. Selain itu, kompresi ban dan juga tekanan shockbreaker pada motor ini juga dibuat khusus untuk melibas track tersebut, dimana shockbreaker motocross akan terasa lebih keras dibandingkan motor enduro dan dual purpose. Hal ini dilakukan untuk mengurangi rebound yang terjadi ketika motor landing setelah melakukan jump seperti table top yang akan membuat motor terbang saat melewati obstacle tersebut. Bobot dari motor ini juga jauh lebih ringan dibandingkan dengan motor endure dan Dual Purpose, karena peruntukannya yang digunakan untuk melompati setiap obstacle yang membutuhkan bobot ringan agar motor ini bisa terbang. Kapasitas bensin dari motor ini juga tidak begitu banyak, karena motor ini hanya membutuhkan sekitar 6 – 7 liter, karena motor ini tidak membutuhkan kapasitas bensin yang banyak untuk mengurangi bobot motor ini. Contoh dari motocross ini adalah KX 250, KTM SX, Yamaha YZ.