oleh

Mengegnal Sejarah dan Ciri khas Motor Mesin 2-tak dan 4-tak

Mesin 4-tak membutuhkan 4 langkah dalam setiap siklus pembakaran. Mungkin masih ada yang belum memahami atau belum mengetahui akan 4 langkah tersebut. 4 langkah tersebut, yaitu:

Langkah Isap.

Pada langkah ini piston akan bergerak kebawah dan membuat tekanan silinder sangat rendah. Akibatnya, campuran bahan bakar dan udara bisa masuk melalui lubang katup. Ketika piston hampir mencapai titik mati bawah (TMB), silinder diisi dengan campuran bahan bakar dan udara. Kemudian dilakukan upaya untuk mengatur tekanan pada ruang silinder.

Langkah Kompresi.

Langkah kompresi dimulai dengan menutup katup masuk. Selain itu, piston akan bergerak kembali ke titik mati atas (TMA). Dalam hal ini, kedua katup masuk dan keluar ditutup, sehingga menekan campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder.

BACA JUGA :  Pemprov DKI Jakarta Menerima 50 Unit Motor Listrik Viar Q1

Langkah Kerja.

Saat bagian kunci kontak menyalakan busi, langkah kerja pada mesin 4-tak tidak mau hidup. Ini terjadi saat piston mencapai TMA. Percikan dari busi meledakkan mesin silinder dan mendorong pergerakan piston dari TMA ke TMB. Selain itu, tenaga yang dihasilkan oleh langkah kerja akan disalurkan ke poros engkol melalui connecting rod.

Langkah Buang.

Tahap terakhir yang terjadi pada motor bermesin empat tak adalah langkah buang. Saat piston berada di TMB, katup buang akan terbuka. Selain itu, piston akan bergerak ke TMA dan menarik sisa gas pembakaran dari katup buang. Saat piston mencapai TMA, katup masuk terbuka dan mesin akan memulai siklus pembakaran dari awal. Begitu seterusnya, sampai anda kembali ke langkah buang. Satu hal yang perlu diingat adalah proses ini tidak lambat, atau bahkan sangat cepat, tidak terlihat dengan kasat mata.

BACA JUGA :  Rumor Yamaha Segera Siapkan Motor Turing Terbaru, Setelah XSR155